BAB 1
Ilmu Budaya Dasar Sebagai Mata Kuliah Umum
1.1 Definisi
Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya
Dasar adalah suatu pengetahuan yang menelaah berbagai masalah kemanusiaan dan
budaya,dengan menggunakan pengertian- pengertian yang berasal dari dan telah
dikembangkan oleh berbagai bidang pengetahuan keahlian yang tergolong dalam Pengetahuan Budaya.
1.2 Tujuan Ilmu Budaya Dasar
·
Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap
lingkungan budaya sehingga mereka akan lebih mudah
·
udah menyesuaikan diri dengan lingkungan
yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka
·
Mmeberi kesempatan bagi bagi mahasiswa
untuk dapat memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya
serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang
menyangkut kedua hal tersebut
·
Mengusahakan agar para mahasiswa,
sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin
masing-masing, tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengotakan
isiplin yang ketat. Usaha ini terjadi karena ruang lingkup pendidikan kian amat
sempit dan condong membuat manusia spesialis yang berpandangan kurang luas.
1.3 Ruang
Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Ilmu budaya
dasar atau basic humanities tidaklah identik dengan the humanities atau
pengetahuan budaya yang mencakup keahlian filsafat dan seni yang dapat
dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian seperti seni sastra,seni
tari,seni rupa,dan lain-lain. Jadi ilmu budaya dasar bukanlah ilmu tentang
berbagai budaya, melainkan pengertian dasar dan pengertian umumnya tentang
konsep-konsep dan teori-teori budaya yang dikembangkan untuk mengkaji
masalah-masalah kebudayaan. Perdebatan terhadap berbagai masalah budaya ini
dilakukan dengan menggunakan suatu keahlian (disiplin) atau pun dengan
menggunakan pendekatan berbagai keahlian (interdisipliner).
1.4 Perbedaan Ilmu Budaya Dasar dengan Ilmu Sosial
Bila ilmu social dasar mempelajari tentang masalah-masalah manusia
mencakup social kemasyarakatan/kemanusiaan,sedangkan ilmu budaya dasar
mempelajari tentang kebudayaan maupun internasional. Walaupun antara ilmu social dasar dan
ilmu budaya dasar saling terkait satu
sama lain. Jadi, kita diharapkan bukan hanya
memiliki kemampuan besosialisasi
saja tetapi juga berbudaya.
BAB 2
Manusia dan Kebudayaan
2.1. Definisi Manusia
Manusia adalah makhluk yang paling sempurna yang pernah
diciptakan oleh Allah, baik dilihat dari segi jasmani dan rohaninya karena
manusia adalah makhluk yang bermasyarakat dan makhluk yang berbudaya
2.2. Pengertian
Kebudayaan
Kebudayaan
= cultuur (bahasa Belanda) =culture (bahasa Inggris) = tsaqafah (bahasa Arab,
berasal dari perkataan Latin: “Colere” yang artinya mengolah, mengerjakan, menyuburkan
dan megembangkan, terutama mengolah tanah atau bertani. Dari segi arti ini
berkembanglah arti culture sebagai “segala daya dan aktivasi manusia untuk
mengolah dan mengubah alam”.
Pendapat
lain mengataakn, bahwa kata budaya adalah sebagai suatu perkembangan dari kata
majemuk budidaya, yang berarti daya dan budi. Karena itu mereka membedakan
antara budaya dan kebudayaan. Buudaya adalah daya dari budi yang berupa cipta,
karsa dan rasa; dan kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa dan rasa tersebut.
2.3. Unsur
Unsur Kebudayaan
·
Peralatan dan perlegngkapan hdup manusia
sehari-hari misalnya: pakaian, perumahan, alat rumah tangga, senjata.
·
Sistem mata pencaharian dan sistem
ekonomi. Misalnya: pertanian, peternakan, sistem prduksi.
·
Sistem kemasyarakatan, misalnya:
kekerabatan, sistem perkawinan, sistem warisan.
·
Bahasa sebagai media komunikasi, baik
lisan maupun tertulis.
·
Ilmu Pengetahuan
·
Kesenian, misalnya seni suara, seni
rupa, seni gerak
·
Sistem Religi
2.4. Wujud
Kebudayaan
Menurut
prof Dr. Koentjoroningrat tentang wujud kebudayaan dibagi menjadi 3, yaitu:
1.
Wujud kebudayaan sebagai kompleks dari
ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan.
2.
Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks
aktifitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
3.
Wujud kebudayaan sebagai benda-benda
hasil karya manusia.
2.5. Kaitan
Manusia & Kebudayaan
Dipandang
dari sudut antropologi, manusia dapat ditnjau dari 2 segi, yaitu:
1.
Manusia sebagai makhluk biologi
2.
Manusia sebagai makhluk sosio-budaya
Sebagai
makhluk biologi, manusia dipelajari dalam ilmu biologi atau anatomi; dan
sebagai makhluk sosio-budaya manusia dipelajari dalam antropologi budaya.
Antropologi budaya menyelidiki seluruh cara hidup manusia, bagamana manusia
dengan akal budinya dan struktur fisiknya dapat mengubah lingkungan berdasarkan
pengalamannya. Jga memahami, menuliskan kebudayaan yang terdapat dalam
masyarakat manusia.
Akhirnya
terdapat suatu konsepsi tentang kebudayaan manusia yang menganalisis
masalah-masalah hidup sosia-kebudayaan manusia. Konsepsi tersebut ternyata
memberi gambaran kepada kita bahwasanya hanya manusialah yang mampu berkebudayaan.
Mengapa hanya manusia saja yang dapat meiliki kebudayaan? Hal ini dikarenakan
manusia dapat belajar dan dapat memahami bahasa, yang kesemuanya itu bersumber pada
akal manusia.
Kesimpulannya: bahwa hanya manusialah yang dapat
menghasilkan kebudayaan, dan sebalaiknya tidak ada kebudayaan tanpa manusia.
Referensi :
Sualeman
Munandar, 1998, Ilmu Budaya Dasar, Bandung; Refika Aditama
Tri
Joko, 1998, Ilmu Budaya Dasar, Jakarta; Rineka Cipta
W
Harsya, 1985, Budaya dan Manusia Indonesia, Yogyakarta; PT.Hanindita
Komentar
Posting Komentar